PASAR SETONO BETEK
DARI PASAR TRADISIONAL MENJADI PUSAT KULINER RAKYAT
Pasar Setono Betek dahulu dikenal sebagai pasar tradisional yang menjadi tempat bertemunya aktivitas ekonomi masyarakat setiap pagi. Para pedagang menjajakan kebutuhan pokok, hasil bumi, serta berbagai keperluan rumah tangga. Suasana tawar-menawar yang hangat, sapaan akrab antar warga, dan aroma khas pasar menjadi identitas yang melekat kuat di tengah kehidupan masyarakat sekitar.
Seiring perkembangan zaman dan perubahan pola aktivitas warga, Pasar Setono Betek tidak hanya dipertahankan sebagai ruang transaksi, tetapi juga dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial dan destinasi kuliner rakyat. Penataan kawasan, kebersihan lingkungan, serta pengelompokan pedagang makanan menjadikan pasar ini bertransformasi menjadi pusat kuliner yang hidup pada siang hingga malam hari.
Kini Pasar Setono Betek menghadirkan beragam pilihan makanan tradisional dan kekinian. Mulai dari jajanan khas daerah, olahan rumahan, hingga kuliner modern hadir berdampingan tanpa menghilangkan jati diri kerakyatannya. Lampu-lampu malam, meja makan terbuka, dan keramaian pengunjung menjadikan kawasan ini bukan sekadar tempat makan, tetapi juga ruang berkumpul keluarga, anak muda, dan komunitas.
Perubahan ini tidak menghapus nilai lama, melainkan memperkuatnya. Pasar tetap menjadi milik masyarakat, namun dengan wajah baru yang lebih tertata, nyaman, dan bernilai ekonomi lebih tinggi bagi para pedagang. Transformasi Pasar Setono Betek membuktikan bahwa pasar tradisional mampu beradaptasi, berkembang, dan menjadi pusat kehidupan sosial sekaligus destinasi kuliner kebanggaan warga.
Pasar Setono Betek dari tempat berbelanja, menjadi tempat bercerita dan menikmati rasa.